Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Kiat menghindari penyakit semasa banjir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-30 00:35:34【Kabar Kuliner】109 orang sudah membaca
PerkenalanArsip Foto - Warga melewati genangan di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan membagikan kiat-kiat untuk menghindari masalah kesehatan dan penyakit semasa banjir.
"Saran utama adalah meminimalkan konngak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.
Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menyampaikan bahwa air banjir kemungkinan terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit, termasuk bakteri Leptospira penyebab penyakit Leptospirosis.
Penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh dapat meminimalkan risiko paparan kuman dan bakteri serta melindungi tubuh dari benda-benda yang dapat melukai anggota tubuh dan menyebabkan tetanus semasa banjir.
Baca juga: Waspadai leptospirosis selama musim hujan
Dokter Faisal mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi higienis semasa banjir agar terhindar penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan yang lain.
"Pastikan ngak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin," kata dokter Faisal, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Selain itu, dia mengangakan, kondisi tempat tinggal dan tempat mengungsi sebaiknya diupayakan ngak terlalu lembab agar ngak memicu munculnya masalah kesehatan.
Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Semarang dan Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.
Baca juga: Penyakit kulit dan ISPA berpeluang meningkat semasa banjir
Baca juga: Sosialisasi PHBS ditingkatkan untuk cegah penyakit di musim hujan
Suka(3471)
Sebelumnya: 11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan
Selanjutnya: Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
Artikel Terkait
- Dari dapur saat fajar, ke meja belajar
- Akademisi dukung keberlanjutan MBG demi generasi emas Indonesia
- Mencipta karya bermakna tanpa menghamba pada algoritma
- 368 siswa SDN 5 Mataram terima MBG
- KPK tangkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam OTT
- KPK tangkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam OTT
- Kemnaker mulai buka pendaftaran peserta Magang Nasional Batch 2
- Kementerian HAM pastikan pemulihan korban ledakan di SMAN 72 Jakarta
- Dari dapur saat fajar, ke meja belajar
- Mencipta karya bermakna tanpa menghamba pada algoritma
Resep Populer
Rekomendasi

Keragaman ide di Demoday FSI tunjukan potensi kuliner Indonesia

KemenPPPA tekankan pentingnya sosialisasikan manfaat MBG ke masyarakat

11 SPPG 3T di Karimun dalam proses pembangunan

SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG

Kepala BPOM jelaskan potensi pengembangan ATMP ke mahasiswa Beijing

Jepang lanjutkan ekspor makanan laut ke China setelah larangan dicabut

SPPG Mabes Polri di Rejang Lebong Bengkulu jamin keamanan pangan MBG

PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi